Pengembangan Kampung Wisata Sekar Niti Mantrijeron

Kampung wisata Sekar Niti yang berada di Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta ternyata memiliki berbagai potensi wisata, mulai dari wisata air, edukasi budaya, kerajinan, kuliner, seni budaya hingga edukasi pengelolaan sampah.

Diakui Camat Mantrijeron, Subarjilan pengembangan kampung wisata ini sudah dibahas oleh Wakil Walikota Yogyakarta bersama Camat, Lurah dan OPD terkait pada bulan Maret 2019 lalu. "Sekarang tinggal masing-masing wilayah yang melakukan pengembangannya," ujar Subarjilan, Kamis (18/7/2019) saat ditemui diruang kerjanya.

Seperti yang dilakukan oleh Kampung Wisata Sekar Niti saat ini sedang melakukan pengembangan pada potensi yang ada disana, mulai dari potensi perikanan dengan Mina JulantoroNya, yang memberikan edukasi lingkungan, flora dan fauna kepada para pengunjung.

"Pada Mina Julantoro yang merupakan salah satu potensi bidang periakanan memberikan edukasi kepada pengunjung yang datang tentang flora dan fauna, karena selain ada ikannya, ditempat itu juga terdapat aneka vegetasi tumbuhan yang hidup disaluran irigasi," katanya.

Subarjilan juga berharap kedepannya, tempat itu bisa dikembangkan kearah variasi edukasi wisata, jadi selain memberikan edukasi flora dan fauna juga memberikan pengembangan tata lingkungan.

"Selain Mina Julantoro, di kampung wisata Sekar Niti juga ada edukasi budaya yaitu Jemparingan Hanacaraka, yaitu kegiatan latihan memanah Jemparing menggunakan gaya Mataram kuno. Dan ada juga kerajinan blangkon khas Yogyakarta yang kesemuanya berbasis pada pemberdayaan masyarakat," tambahnya.

Disana lanjut Subarjilan juga ada beberapa kerajinan lainnya seperti batik, tidak kalah pentingnya adalah wisata kuliner, karena ditempat itu khususnya di Pasar Condronegaran setiap malam harinya tersedia berbagai macam aneka kuliner khas Yogyakarta.

"Untuk pasar Condronegaran kami menyajikan aneka kuliner khas Yogyakarta yang enak rasanya, yang lebih dikenal dengan sebutan Kulimas atau kuliner masyarakat. Dan di wisata kuliner disana juga terdapat kue Apem tradisional yang merupakan salah satu makanan khas Yogyakarta," katanya.

Selain itu, di Kampung Wisata Sekar Niti juga terdapat sanggar seni tradisional dan moderen, serta beragam kesenian tradisional seperti gamelan, kethoprak, jathilan, tari-tarian, serta macapat.

"Selain yang berhubungan dengan seni dan budaya, disana juga ada edukasi pengelolaan sampah. Sanggar Pakiwan, yang merupakan sanggar pengelolaan daur ulang dengan memanfaatkan bahan dasar sampah," terangnya.

Semua potensi wisata disana, sebut Subarjilan terbuka untuk umum, dan khususnya warga sekitar untuk pengembangan perekonomian masyarakat disekitar sana, sekaligus meningkatkan kebersamaan masyarakat dalam pengembangan visi kebersamaan untuk memajukan wilayah.

"Karena pengembangan wilayah itu sangat dipengaruhi oleh kebersamaan dan guyub masyarakat di wilayah tersebut," pungkas Subarjilan.

 

Sumber : https://m.bernas.id/68422-pengembangan-kampung-wisata-sekar-niti-mantrijeron.html